oleh

CV. Putra Pheregrino, Kerja Proyek Irigasi Asal Jadi, Kadis Laurensius Keluarkan Surat Perintah

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, Laurensius Halu., S.ST., keluarkan surat perintah perbaikan saluran irigasi yang rusak kepada Direktur CV. Putra Pheregrino. (Foto : Isth)

MABAR-TRANSTV45.COM| Berdasarkan keluhan dan laporan dari masyarakat Desa Pacar, terkait ambruknya saluran irigasi yang berlokasi Wae Bengkeng, Persawahan Nangka, Dusun Purek, Desa Pacar, Kecamatan Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, Laurensius Halu., S.ST., keluarkan surat perintah kepada Direktur CV. Putra Pheregrino untuk lakukan perbaikan.

Surat perintah tersebut dikeluarkan, Pada Mingg, 26 Juni 2022, dengan nomor surat : DTPHP. 13.03/ 1957/VI/2022.

Adapun lampiran dalam surat perintah tersebut yaitu, Kadis Laurensius Perintahkan agar melakukan perbaikan atas pekerjaan pembangunan lanjuttan saluran irigasi Wae Bengkeng, Persawahan Nangka, Desa Pacar, tahun anggaran 2021.

Lebih lanjut dari isi surat itu, Kadis Laurensius mengatakan, menindaklanjuti atas laporan kerusakan hasil pekerjaan pembangunan lanjuttan saluran irigasi Wae Bengkeng, Persawahan Nangka, Dusun Purek, Desa Pacar, Kecamatan Pacar, tahun anggaran 2021 yang dilaksanakan oleh CV. Putra Pheregrino, dan setelah dilakukan monitoring oleh tenaga Teknis PPK Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan, Kabupaten Manggarai Barat ternyata benar.

Dengan demikian, Kadis Laurensius Perintahkan Direktur CV. Putra Pheregrino, untuk melakukan perbaikan atas kerusakan pada pekerjaan pembangunan lanjuttan saluran irigasi Wae Bengkeng Persawahan Nangka, Dusun Purek, Desa Pacar, tahun anggaran 2021 itu, ujarnya.

Setelah itu kata dia, hasil pekerjaan perbaikan agar segera dilaporkan kepada Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Manggarai Barat, selambat-lambatnya bulan pertama bulan Juli 2022, tegas Laurensius Halu.

Adapun tembusan surat perintah perbaikan tersebut dari Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Manggarai Barat tersebut diantaranya;

1.) Bupati Manggarai Barat
2.) Wakil Bupati Manggarai barat
3.) Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Barat
4.) Inspektur Daerah Kabupaten Manggarai Barat.

Diberitakan media ini sebelumnya, bahwa petani di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami persoalan irigasi. Salah satunya terjadi di Wae Bengkeng, Persawahan Nangka, Dusun Purek, Desa Pacar, tahun anggaran 2021 itu, mengeluhkan akibat tidak berfungsinya saluran irigasi persawahan.

Dampak dari kejadian itu, hampir 20 bidang sawah milik belasan warga Dusun Purek kesulitan air, karena irigasi satu-satunya yang berada di tepi aliran Sungai tersebut ambruk dan akibatnya belasan orang petani sawah mengalami keterlambatan penanaman.

Panjang irigasi lanjuttan yang ambruk tersebut sekitar 50 meter yang dikerjakan tahun 2021 dan menelan anggaran mencapai Rp.250.000.000., (Dua rats lima puluh juta rupiah).

Untuk diketahui, Proyek Irigasi Wae Bangka Purek tersebut milik Oknum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Manggarai Barat Fabianus Latu fraksi Hanura.

Sedangkan yang mengerjakan proyek tersebut Tarsi Gatut, merupakan guru honorer yang bekerja sebagai Tenaga Kontrak Daerah (TKD) sebagai pengajar di salah satu Sekolah Menengah Pertama di Macang Pacar.

Hal itu disampaikan salah seorang warga masyarakat Dusun Purek yang sawahnya terkena imbas dari ambruknya irigasi, kepada media ini, Kamis (23/6/2022) siang.

Menurutnya, persoalan tersebut sudah hampir satu tahun. akan tetapi sampai saat ini belum ada perbaikan dari CV. Putra Pheregrino, atau kontraktor serta pemilik proyek irigasi tersebut.

Padahal kata dia, sekarang petani setempat tengah memasuki musim panen.

“ Lihat saja Pak, padi dibagian atas sudah besar, sebab sudah mulai ditanam awal tahun lalu. Saat itu kita secara bersamaan melakukan pembajakan sawah, tetapi mereka bisa lanjut sedangkan kita harus berhenti karena air tidak dapat mengalir kepetak sawah, setelah irigasinya ambruk, ” ungkapnya.

Senada dengan masyarakat lainnya mengatakan, Saluran irigasi yang dikerjakan pada tahun 2021 itu, mengalami kerusakan kurang lebih 25 meter, sehingga aliran air irigasi tersebut tidak dapat mengairi sawah masyarakat dan akibatnya warga tidak dapat melakukan penanaman secara bersamaan, ujarnya.

“ Pemilik proyek dan Kontraktor serta pemilik CV yang mengerjakan irigasi itu sudah tahu kondisi hancurnya menghampir satu tahun. Kita tidak tahu mengapa belum ada petugas yang cek ke lokasi,” tuturnya.

Beberapa masyarakat yang tidak mau dimediakan namanya, mendesak Pemda Manggarai Barat untuk melakukan monitor secara ketat, terutama terhadap pemenang tender atau kontraktor agar dapat meningkatkan kualitas proyek sesuai regulasi yang ada.

Ia juga mendesak kontraktor proyek tersebut untuk segera mengambil tindakan secara cepat sebagai rasa tanggung jawab, tutupnya.

Ketika dikonfirmasi, Kontraktor pelaksana proyek tersebut membenarkan hal itu.

” Benar Pak, Proyek tersebut milik Pak DPRD dan saya yang mengerjakan, ” jelasnya.

Selain itu kata dia, benar pekerjaan aspirasi milik yang pak sebut diatas dan saya orang lapangannya. terkait kekurangan material ( batu) justru sisa bayak batu saat pekerjaan selesai, saya juga bingung kenapa ambruk, ujar Tarsi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (25/6) siang.

Lebih lanjut kata Tarsi, terkait kekurangan material itu tidak benar, justru berkelimpahan material seperti ; pasir sisa 2 ret, Batu sisa 3 ret, tapi sudah dipakai keluarga waktu itu.

Proyek tersebut dikerjakan oleh ” CV. Putra Pheregrino, ” milik Krispin, tutur Tarsi.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi media ini melalui Via WhatsApp, Sabtu (25/6) siang, Anggota DPRD Manggarai Barat Fabianus Latu menjawab saya lagi pertemuan.

” Nanti saya kontak, saya lagi pertemuan. Saya kegiatan reses, ” jelasnya.

Selain itu kata Fabi Latu, terkait Irigasi tersebut saya hanya titip Anggaran, sedangkan yang mengerjakannya orang lain.

” Itu Proyek titip anggaran, saya tidak kerja proyek, ” tuturnya.

Terkait ambruknya irigasi tersebut, terjadi akibat diterjang banjir.

” Jebolnya tanggul irigasi tersebut akibat diterjang banjir, ” ungkap Fabi. *(Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed